gontha.com

Lucunya Orang Indonesia Ini. Didenda kok Protes

Writer :Peter F Gontha
Publisher :Gontha.com
Updated :8.04.2000 00:00

Gontha.com
Masih Ingat tidak, waktu zamannya orde Baru. Rencana Implementasi Undang Undang lalu lintas. Sudah terlihat pada waktu itu sebetulnya bahwa Pemerintah Presiden Soeharto berada pada posisi yang sangat rawan, lemah dan diambang kehilangan kontrol dan wibawa.

Pemerintah, melalui tangannya di DPR mencoba untuk menggodok Undang Undang Lalu Lintas, dimana antara lain akan dikenankan hukuman denda yang cukup berat bagi pelanggar Lalu Lintas.

Misalnya : Lupa STNK denda Rp. 1.000.000
Lupa SIM denda Rp. 1.000.000
Melanggar lampu Merah Rp. 2.000.0000
Dsb.nya.

Ironisnya, semua orang protes, demo lagi, Lucu kan, sesuatu yang akan diimplementasikan untuk kepentingan umum, dimana Kita semua melalui wakil Rakyat dan pemerintah ingin menghukum orang yang melakukan kesalahan atau pelanggaran, malah kita sendiri yang protes.

Masalahnya, katanya, terlalu berat dendanya. Masakan hanya lupa STNK dendanya satu juta Rupiah. Nah……. Ini dia, sudah tahu kalau mau naik kendaraan harus periksa bahwa semua surat- surat lengkap, kok takut dihukum kan salah sendiri.

Ironisnya, pemerintah akhirnya takluk juga, mengapa?

Karena Pemerintahnya korup sehingga takut …dibilangin, masa salah sendikit didenda begitu besar, yang salah besar kok bebas.

Itulah……! Ya sudah, semua orang boleh bikin kesalahan jadi kan “Adil”.


Terusan cerita diatas:

Harusnya yang namanya Polisi lalu Lintas itu ditiadakan. Alias dihapus saja. Jadikan satu saja. Setiap anggota Polisi boleh mengeluarkan tilang lalu Lintas dan ikut mengatur lalu lintas.

Seperti di Amerika, hanya di Indonesia ada Polantas. Kalau Di Amerika dan negara maju ada Traffic Warden, atau “tukang atur Arus lalulintas”. Masa disini Polisi lalu Lintas bisa sampai Major Jendral.

Di Amerika ada namanya PATROLI JALAN RAYA…. Atau “High Way patrol” … keren kan.

Naik Pangkatnya sesorang anggota tergantung dari jumlah tilang yang masuk. Memberikan Tilang sebanyaknya harus jadi bahagian dari anggaran pendapatan Polisi. Untuk kesejahteraan Polisi. Agar Polisi tidak perlu lagi cari uang suap.

Pembuatan STNK dan SIM itu perlu diambil alih dari tanggannya Swasta. Dari tangannya anaknya Bapak Eka Widjaya dan kawan kawannya. Dia pasti tidak akan mati karena kehilangan “FRANCHISE” ini. Kan anak orang besar kok. Berikan saja seluruhnya pada Polisi untuk kesejahteraannya, peralatannya, mobil patrolinya, sepeda motornya, seragamnya dan terutama pendidikkan moralnya.

Pasti banyak yang benci dengan tulisan ini, tapi …… bener …. kan!!!

Nah, kalau kita tidak setuju dengan Hukum dan Undang Undang, bagaimana kita sebagai rakyat bisa menuntut mereka mereka ini.

Perlu mawas diri lho…….!

Polisi Bersih, Negara Bersih, Rakyat Makmur.

Copyright © 2005 Gontha.com, All Rights Reserved